Nama Produk/Jasa: Celebrity taxi
Isi Keluhan:
Saya naik taxi dr rindam jakarta timur menuju carrefour kramat jati plaza dengan menaiki celebrity taxi. Pada saat sy naik pengendara menyelipkan korek api di mulut dan tidak ada sapaan hanya bertanya kramat jati dmn. Setelah dekat tujuan sy turun, sy meminta sopir utk antar sampai di dpn lobby tp dia menolak dan mengatakan macet dan kalau sampai dalam saya jauh untuk putar baliknya. Saya sangat kecewa dgn pelayanan celebrity taxi yg berwarna mobil putih, kalau bkn krn terburu-buru sy tdk akan naik celebrity taxi, krn seharusnya konsumenlah yg dpt menentukan di mana sy ingin turun dan berhenti.
Kontak:
setyo_wj@yahoo.com
Tingkat Kepuasan: Sangat kecewa
Transportasi
Nama Produk/Jasa: Batavia Air
Isi Keluhan:
Pelayanan Batavia Air Burukkk.
Saya Pasha,
Menggunakan penerbangan Batavia Air dari Balikpapan ke Manado
20 Jan 2010- 19.00 WITA, Sesampai nya di Manado ada 1 barang-barang dalam kardus yang di HILANG. ( padahal tertulis dengan BESAR Nama Pemilik dan alamat ), yang menurut Saya tak mungkin terbawa penumpang lain dengan senggaja. ( dan bila terbawa oleh penumpang lain pun, seharus nya di cek / di sesuaikan NOMOR REGISTRASI nya dong, betul ngak.. )
Sampai hari ini 26 Jan 2010, belum pernah ada pihak Batavia air yang menghubunggi Saya tentang perkembangan nya,selalu dari Saya yang datang ke Bandara Sam Ratulangi dan menghubungi pihak batavia air.
Dan pernah di sampaikan pergantian nya cuma Rp. 20 ribu per Kilo..!!??
Ada yang bisa bantu & kasih Solusi ngak yach..
biar penggantian nya SESUAI dan sukur-sukur barang yang hilang kembali.
thx
Pasha FR
Kontak:
entay_pasha@yahoo.com
Tingkat Kepuasan: Sangat kecewa
Transportasi
Nama Produk/Jasa: Bus Zena
Isi Keluhan:
PADA Sabtu, 9 Mei 2009, pukul 12.15 Wita, saya sedang mecari bus tujuan Surabaya dari Terminal Ubung, Denpasar. Kebetulan, waktu itu ada bus Zena yang parkir di dekat pintu keluar terminal, dan di dekat bus tersebut terdapat dua penjual tiket. Keduanya membawa tumpukan kertas dan tiket yang dialasi papan tripleks. Satu perempuan dan yang satu pria, seorang bapak-bapak berkulit hitam, pendek (kurang lebih 160 sentimeter), dan memakai topi biru. Keduanya saya perkirakan dari Banyuwangi atau Jember karena bisa berbahasa Jawa.
Saya menanyakan harga tiket tujuan Surabaya. Karena harga tidak sesuai, saya berusaha tawar. Tiba-tiba bapak-bapak yang hitam dan pendek tersebut mendekat ke arah saya dan dengan emosi memaksa harga yang dia tawarkan. Saya pun menolak baik-baik.
Tiba-tiba dia menginjak kaki saya, dan tak lama kemudian melayangkan tendangan dua kali berturut-turut ke kaki saya. Saya pun lari dan melaporkan kepada petugas dishub berseragam biru. Karena tidak ada respons, saya kemudian laporkan kepada polisi di pos dekat terminal. Dengan sigap, bapak-bapak polisi itu mencari pelaku. Ternyata, pelaku tersebut sudah kabur.
Penjual tiket yang perempuan pun berusaha menutupi dan mengatakan bahwa temannya itu calo dari luar. Bagaimana ini bus Zena, tolong dong jangan merekrut preman sebagai penjual tiket. Saya tahu bus Zena itu bagus-bagus, tapi menanyakan harga tiketnya saja saya sudah enggan karena kejadian ini. Tolong juga petugas terminal dan keamanan Terminal Ubung lebih sering mengontrol calo-calo preman di terminal Ubung, Denpasar.
Kontak:
ARY, Surabaya, Telp 0888550027
Sebagaimana disampaikan di harian Jawa Pos
Transportasi
Nama Produk/Jasa: batavia air
Isi Keluhan:
nama saya INDRA RAMA,saya mau mengajukan komplain untuk batavia air karena saya merasa pelanggan2 batavia air mungkin bisa dirugikan seperti saya.
tanggal 7 mei malam saya membeli tiket online di website nya batavia air dengan rute kupang-surabaya tanggal 4 juni 2009 jam keberangkatan 07.00
pada saat melakukan transaksi pembayaran dengan menggunakan kartu kredit, muncul di website batavia kalau transaksi saya “TIDAK BEHASIL” dan saya mencoba melakukan transaksi lagi. ternyata transaksi yg kedua berhasil dan saya mendapat kode booking SZDTFR dengan harga 447.000.
pada malam harinya saya di telpon oleh operator BATAVIA AIR yg mengatakan bahwa saya mempunyai 2 tiket dengan rute kupang-surabaya jam 07.00 dengan nama yang sama yaitu INDRA RAMA.(kode booking kedua tiket adalah ELSWRP dan SZDTFR)
saya mengatakan bagaimana bisa saya mendapat 2 tiket sedangkan di website yg pertama mengatakan TIDAK BERHASIL?dan operator menjawab “silahkan saya refond tiket dan tiket saya dipotong 75% dari harga tiket dan 100.000 untuk biaya administrasi”.
saya sudah mencoba menelpon kantor batavia air dan jawabannya sama bahwa itu “KESALAHAN SISTEM” jadi saya harus refond tiket dan dikenakan pemotongan biaya.
pertanyaan saya,
- bagaimana bisa 1 orang bisa naik pesawat yang sama dan keberangkatan yang sama dengan 2 tiket? (semua data yang saya masukkan pada saat pembelian tiket sama)
- dan mengapa dari pihak batavia air tidak mengantisipasi bahwa ada orang yang sama mempunyai 2 tiket yang sama pada 1 penerbangan?
- mengapa pihak batavia air tidak mengantisipasi kejadian seperti saya ini?
- apakah bayangan saya juga harus membayar tiket untuk berangkat?
terima kasih kepada www.pedulikonsumen.com atas perhatian dan tanggapannya, karena saya rasa banyak orang yang akan dirugikan kalau kejadian seperti saya itu terjadi dan itu merupakan keuntungan batavia dengan cara seperti penipuan ini, terima kasih
Kontak:
daijiro48@yahoo.com
Transportasi
Nama Produk/Jasa: KA Mutiara Malam
Isi Keluhan:
PADA 11 April 2009, saya dan saudara-saudara menggunakan jasa PT KA (Mutiara Malam) untuk melakukan perjalanan pulang dari Pulau Bali. Saya berangkat dari Stasiun Banyuwangi sekitar pukul 22.20 dan tiba di Stasiun Gubeng pada 12 April 2009 sekitar pukul 06.00. Tapi, di tengah-tengah perjalanan (mungkin pukul 02.00 -04.30), HP Nokia 6120 milik adik hilang. Padahal, saya dan adik naik kereta kelas Eksekutif 1. Tas yang dibawa adik saya diletakkan di bawah, di samping tas saya dan tertutup selimut yang kami gunakan. Tiket yang kami beli pun cukup mahal-,sekitar Rp 175.000.
Setelah mengetahui HP adik hilang, kami bergegas menuju pihak restorasi dan polisi yang ada di dalam kereta. Kaget rasanya begitu tahu reaksi mereka. “Nothing” itu satu kata yang bisa saya ungkapkan. Bayangkan saja, setelah mendengar laporan kami, mereka hanya meminta kami bikin laporan dulu. Setelah mencatat identitas kakak saya, berakhir sudah. Tidak ada satu pun yang ikut ke TKP ataupun berusaha mencari. Mereka malah di ruang restorasi untuk mengobrol, tidak ada tindakan apa pun.
Padahal, setahu saya kereta api kelas eksekutif hanya bisa dimasuki oleh penumpang, karyawan PT KAI, dan polisi. Tidak bisakah diadakan penggeledahan atupun pemeriksaan dalam kereta? Dalam kereta itu ada seorang yang sudah turun sekitar 01.00 dan saat itu HP masih ada. Saya bukannya menuduh siapa-siapa. Tapi, bukankah kita harus menggunakan asas praduga tak bersalah?
Saya yakin semua yang ada di satu kereta dan petugas tidak akan keberatan bila memang bukan pelakunya dan masih mengutamakan kenyamanan bersama. Setelah tiba di Stasiun Gubeng, kami pun melapor kepada Waka PT KA. Ternyata tanggapan yang kami terima tidak jauh berbeda. Kepada PT KA, terima kasih atas ketidaknyamanan ini. Saya sungguh sangat kecewa.
Kontak:
NIA FAUZIAH H, Sutorejo Timur,
lovedolphinverymuch@yahoo.com, 031-3722076
Sebagaimana disampaikan di harian Jawa Pos
Transportasi
Komentar Terbaru