Nama Produk/Jasa: Puri Amerta Regency
Isi Keluhan:
KAMI adalah customer PT Amerta Dirja Putra, pengembang Puri Amerta Regency di Desa Radegansari, Kecamatan Driyorejo, Gresik. Rumah kami tepatnya di Blok E2. Kami tertarik membeli rumah itu karena promo uang muka rumah bisa diangsur 20 kali. Namun, kami kecewa dalam dua hal.
Pertama, Januari 2009, kami dipaksa cepat-cepat akad kredit di Bank Mandiri. Ketika pihak bank bertanya, kami disuruh bohong dan bilang bahwa rumah sudah jadi serta siap dihuni. Kenyataannya, rumah kami waktu itu masih belum jadi dan berupa tanah fondasi. Kami terima atas hal itu karena kami anggap sama-sama menguntungkan karena uang muka rumah bisa diangsur dan ketika rumah sudah jadi bisa langsung dihuni.
Kenyataannya, baru April 2009 kami diberi tahu bahwa kami harus melunasi angsuran 20 kali, baru rumah bisa dihuni. Itu berarti Agustus 2010. Padahal, bulan ini kami sudah masuk angsuran ke-3 ke Bank Mandiri selaku bank yang ditunjuk pengembang Puri Amerta.
Yang kedua, Bapak Andi selaku marketing sejak awal menjanjikan, setelah akad kredit, rumah langsung dibangun dan 3 bulan selesai serta siap huni. Akad kredit kami lakukan pada Senin, 9 Februari 2009. Besoknya langsung kami tanyakan apakah sudah mulai dibangun, Bapak Andi bilang sudah. Tapi, Sabtu 14 Februari, kami melihat ke lokasi, ternyata belum dibangun sama sekali. Baru dua minggu setelah akad kredit rumah kami mulai dibangun.
Tiap minggu kami pantau ke lokasi. Tapi, selama April ini, pembangunannya mandek, cuma sampai pemasangan genting. Itu pun belum selesai. Kami juga lihat semua rumah di situ sepi, tidak ada tukang sama sekali. Jadi, bukan rumah kami saja yang mandek. Puncaknya, Sabtu 18 April, kami datang ke lokasi. Kurang dari lima tukang mengerjakan perumahan itu (bayangkan, lebih dari 20 rumah cuma dikerjakan kurang lima orang, terus kapan selesainya?).
Kemudian, salah seorang tukang menghampiri kami dan menyampaikan bahwa pembangunan mandek karena tidak ada material dan banyak tukang yang tidak dibayar.
Kami sudah menanyakan kepada Bapak Darminto selaku kepala pelaksana proyek di lokasi. Dia bilang suruh bertanya kepada Pak Andi, marketingnya, sedangkan Bapak Andi susah dihubungi. Kami terus mencoba menghubungi ke kantor Puri Amerta. Baru ketemu dengan Bapak Andi, katanya suruh tanya pihak pelaksana proyek, yaitu Pak Darminto.
Kami juga sudah minta contact person kepala pimpinan Puri Amerta untuk konfirmasi. Tapi, Bapak Andi bilang pimpinannya sedang keluar kota dan tidak tahu sampai kapan balik lagi ke Surabaya. Kok mbuletisasi ya? Sepertinya saling menghindar. Kalau hal seperti ini dibiarkan, jelas kami dirugikan dan bagaimana nasib kami selaku costumer?
Kontak:
BAHARUDIN H., 081 330 445 660
Sebagaimana disampaikan di harian Jawa Pos
Properti
Komentar Terbaru